Skip to content

TPU Overload, Semarang Krisis Lahan Makam

Written by

Aura Rico

Kebutuhan lahan makam di Kota Semarang besar. Tetapi luas makam yang terdapat relatif senantiasa. Sementara itu perumahan baru berdiri di mana-mana. Banyak pengembang perumahan masih enggan sediakan sarana universal (fasum) berbentuk lahan makam.

Dampaknya, beberapa tempat pemakaman universal( TPU) saat ini menghadapi krisis overload. Misalnya, TPU Bergota, TPU Trunojoyo serta TPU Sompok yang tidak seluas pemakaman San Diego Hills. Kepala Dinas Perumahan serta Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Ali berkata, sepatutnya tiap pengembang perumahan diharuskan dibuatkan fasum berbentuk makam. Perihal itu tercantum dalam Peraturan Wilayah( Perda) No 6/ 2015 tentang Prasarana, Fasilitas, serta Utilitas( PSU) suatu perumahan.

“Di dalam perda dipaparkan tiap pengembang harus 2 persen dari totalitas lahan disediakan buat lahan makam spesial masyarakat perumahan tersebut,” ucap Ali kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa( 19/ 5/ 2020). Tetapi yang terjadi di lapangan, tiap kali pengembang perumahan melaksanakan pembangunan sering mengesampingkan keberadaan makam. Terlebih kala lahan perumahan tersebut terletak di permukiman suatu kelurahan.

“Mereka berpikiran bila makam masyarakat perumahan dapat digabung dengan TPU masyarakat lokal, pastinya banyak masyarakat lokal yang menolak,” katanya.

Sebab itu, dia memohon biar tiap pengembang perumahan di Kota Semarang mencermati perihal tersebut.

Tidak hanya meminimalkan terdapatnya konflik sosial, pemberian PSU yang lengkap oleh pengembang pula hendak membuat energi beli perumahan jadi baik. Dikatakan Ali, baru- baru ini grupnya menerima data bila salah satu asosiasi properti di Kota Semarang tengah membuka lahan spesial makam untuk masyarakat perumahan. Lahan tersebut seluas 9, 5 hektare di daerah Kecamatan Gunungpati.

“ Asosiasi tersebut mengumpulkan para pengembang serta patungan membuka lahan spesial makam masyarakat di perumahan yang mereka kembangkan,” ucapnya. Dikala ini, telah 7 hektare dari lahan tersebut yang diserahkan ke Pemkot Semarang. Ali berharap, perihal tersebut dapat jadi faktor para pengembang perumahan di Kota Semarang buat turut tergerak.

Baginya, perkara makam di Kota Semarang dikala ini telah krusial.

Pemkot Semarang sendiri paling telah mengelola lebih dari 15 titik lahan makam.

Walaupun telah terdapat makam universal kepunyaan masyarakat, tetapi itupun belum dapat kurangi kebutuhan lahan makam. Terlebih, pertumbuhan dunia properti di Kota Semarang dikala ini sangat pesat. Sehingga perihal tersebut pula wajib dibarengi dengan sarana penunjangnya, salah satunya keberadaan lahan makam.

“Masih terdapat pengembang yang nakal, dari dini wajib telah diberi masukan biar dari pihak pengembang swasta ingin ketahui. Sebab makam sangat bermanfaat ke depannya,” katanya.

Dikatakannya, 3 TPU besar ialah Bergota, Trunojoyo serta TPU Sompok yang dikelola Pemkot Semarang dikala ini telah overload. TPU Bergota misalnya, dengan luas total 30 hektare namun cuma 2 hektare yang dikelola Pemkot Semarang. Sisanya dikelola oleh masyarakat bagaikan bisnis. Ada pula TPU Trunojoyo mempunyai luas 2, 5 hektare serta TPU Sompok 1, 5 hektare. 3 TPU itu, rata- rata per bulan terdapat 50- 60 masyarakat yang dimakamkan di situ.


Dalam meningkatkan wisata religi, Pemkot Semarang bangun makam Habib Thoha bin Yahya

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajarannya secara spesial muncul dalam peletakan batu awal pembangunan makam Habib Thoha bin Yahya yang pula dicoba dengan Habib Luthfi, selaku pakar waris.

“Ayo kita berdoa bersama, mudah-mudahan makam Habib Thoha bin Yahya ini dapat lekas tuntas, jadi tempat yang baik, bagi trah (generasi) petilasan bangsa Indonesia,” tandas Politisi PDI Perjuangan tersebut. Hendi, sapaan akrabnya, menuturkan terdapatnya makam Habib Thoha bin Yahya hendak jadi suatu kebanggaan serta Semarang bisa jadi bagian dalam sejarah trah leluhur habib di Indonesia.

“Kita hari ini bersama jadi saksi kalau terdapat leluhur Habib Luthfi di Kota Semarang, satu di jalur Duku (Lamper Kidul) serta di wilayah Depok Semarang ini. Mudah-mudahan Kota Semarang memperoleh berkahnya,” ucapnya.

Bagi Hendi, makam Habib Thoha bin Yahya yang terletak di kawasan Depok, Kota Semarang ini jadi salah satu kemampuan wisata religi di Kota Semarang. Dia meyakini bila kenaikan kunjungan turis ke Kota Semarang bisa terus menjadi ditingkatkan lewat eksplorasi beberapa objek wisata religi yang tadinya tidak populer.

Sedangkan itu, Habib Luthfi menegaskan bila makam Habib Thoha bin Yahya di Kota Semarang merupakan jadi kepunyaan segala warga.

“Memanglah selaku generasi merupakan kepunyaan kami, tetapi secara ketokohan secara keulamaan merupakan kepunyaan seluruhnya. Dia( Habib Thoha) ialah menantu Hamengkubuwono awal, sebaliknya putranya Habib Hasan merupakan menantu Hamengkubuwono kedua. Dia berdomisili di Semarang mempunyai sesuatu padepokan yang setelah itu diucap Depok,” tambahnya.


Pemkot Semarang Jabarkan Pergantian serta Prestasi Sepanjang 2018

Dalam 3 tahun terakhir ini Kota Semarang terus berupaya buat mengenalkan objek wisata baru. Mulai dari daerah perkampungan hingga infrastruktur universal yang semula tidak mempunyai energi tarik, dikemas ulang buat menarik kunjungan wisata ke kota lumpia tersebut.

Upaya inventarisasi serta eksplorasi kemampuan perkotaan jadi kunci sukses Kota Semarang berhasil menjadi kota wisata terbaik ke-4 di Indonesia, pada ajang Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018.

Previous article

Online Slot Tournaments: The Most Enjoyable Match

Next article

Asal Mula Permainan Poker, Jenis dan Perkembangannya Hingga Saat Ini