InfoAsal Usul Sablon dan Perkembangannya Terlengkap dan Terbaru 2021

Asal Usul Sablon dan Perkembangannya Terlengkap dan Terbaru 2021

-

- Advertisment -spot_img

Sablon merupakan salah satu ornamen yang cukup lama dipakai di dunia seni. Seni ini sudah ditemukan sejak zaman tradisional. Ada berbagai teknik yang dikembangkan, mulai dari teknik manual hingga lebih modern. Asal mula sablon dan perkembangannya di dunia membuatnya kini banyak digunakan di berbagai benda yang kompleks.

Sablon juga dikenal sebagai teknik mencetak. Ada dua catatan dari penemuan seni ini yaitu ditemukan pada tahun 1654-1736 dan 1822-1890. Teknik sablon ini pada awalnya dikenalkan oleh Yuzenzai Miyasaki dan Zikukeo Hirose yang berasal dari Jepang.

Sejarah Asal Usul Sablon 

Sejarah Asal Usul Sablon

Pada mulanya, teknik sablon dipakai untuk mencetak baju kimono yang bermotif, biasnaya memiliki motif rumit. Alasannya adalah motif di kimono tidak boleh digambar dengan tangan, sehingga teknik ini muncul. Tujuannya adalah untuk menghemat biaya produksi kimono.

Akibatnya, sablon berkembang pesat di Jepang. Tak lama setelah itu, sablon kemudian dikenal di Eropa pada tahun 1851-1862 dan 1868 dengan cepat. Diperkenalkan oleh Joseph Swan yang memiliki usaha di bidang sablon.

Tak lama setelah itu, Samuel Simmon berhasilm mendapatkan hak paten tentangn teknik sablon yang diciptakan. Paten ini diperolehnya pada tanggal 1 Juli 1907. Ia memakai teknik tersebut dengan bahan dasar Chiffon.

Bahan ini diguanakan sebagai pola dalam mencetak. Setelah berkembang dengan baik di Inggris, teknik sablon ini mulai merambah Amerika Serikat dan ditemukannya teknik silk screen printing.

Setelah perang dunia ke-2 berakhir, teknik sablon semakin gencar mengalami perkembangan yang cepat. Ada berbagai jenis inovasi dalam cetak sablon mulai modern dengan teknik cetak saring.

Saat ini teknologi sablon sudah berkembang hingga bisa menggunakan mesin dan printer. Banyak muncul industri dan usaha cetak sablon.

Baca juga: 4 Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Gratis dan Terbaik

Perjalanan Penemuan Sablon

Sejarah dan asal muasal sablon belum jelas pada tahun berapa tepatnya. Selain penjelasan di atas, terdapat beberapa catatan lain saat sablon pertama kali ditemukan. Catatan lain menunjukkan bahwa sablon pertama kali ditemukan di China.

Teknik sablon disebutkan bahwa pertama kali ditemukan di China, pada zaman Dinasti Song (960 – 1279 M). Kemudian beberapa negara Asia seperti Jepang dan lainnya mulai ikut menggunakan metode cetak baju kaos ini. Mereka kemudian mengembangkannya dengan memadukannya dengan penggunaan teknik sablon atau cetak lainnya.

Cetak sablon yang sudah ada ini ternyata sudah cukup lama dikenal dan di unakan oleh bangsa Jepang. Hal ini dilakukan sejak tahun 1664, abad ke 17 lho. Tepatnya adalah saat Yujensai Miyasaki dan Zisukeo mulai mencoba menyablon kain kimono beraneka motif.

Pada tahun 1960, seorang pebisnis yang sukses sekaligus seniman terkenal yang berasal dari Amerika yaitu Michael Vasilantone, mulai melakukan sebuah inovasi. Ia menciptakan suatu mesin sablon rotary yang digunakan proses sablon dengan lebih dari satu warna serta mematenkannya.

Printer sablon pada awalnya adalah mesin untuk membuat logo dan label untuk klub bowling lokal. Namun pada akhirnya dikembangkan lebih lanjut sebagai solusi baru untuk mencetak kaos yang cepat jadi.

Paten yang diterapkan oleh Vasilantone telah digunakan sejak lama di industri konveksi ini. Hanya dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun, mesin sablon  model rotary ala Vasilantone ini mulai dipakai oleh berbagai pengusaha di Amerika.

Tak hanya itu, selama ini mesin sablon kaos masih menjadi bagian dari mesin paling populer di dunia.

Saat ini di Amerika Serikat dan dunia, lebih dari 50% kegiatan sablon kaos oblong dilakukan dengan menggunakan teknologi sablon kaos model Vasilantone. Vasilantone mematenkan mesin sablon kaos rotary-nya pada 1967.

Hak paten dunia atas mesin sablon ini kemudian muncul pada tanggal 18 Februari 1969 atas namanya dengan nomor 3.427.964. Marc Tartaglia, Marc Tartaglia Jr. and Michael Tartaglia Pada bulan Juni 1986, sukses membuat peralatan sablon kaos yang didaftarkan hak patennya.

Mereka kemudian mematenkan sistem sablon separasi yang mencetak desain full warna bisa disablon dan digunakna di berbagai kain atau lembaran bahan kain yang dipakai tentu saja media printer screen yang dibuat dari jala sutra.

Saat ini, sablon sudah sangat umum di industri dengan volume tinggi, seperti poster dan pajangan iklan. Umumnya untuk sablon hasil full colour dapat digunakan sablon CMYK (cyan, magenta, yellow and black)

Awal Sejarah di Asia

Sablon dikenal dunia ditemukan oleh Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654 – 1736. Selanjutnya ada catatan lain yang menyebutkan bahwa Zikukeo Hirose menemukan sablon di tahun 1822 – 1890.

Penggunaan sablon ditujukan untuk pembuatan kimono. Kimono memiliki ciri khas motif yang cukup banyak dan bervariasi.. Alasan Kimono mulai disablon karena kaisar Jepang mulai memberlakukan aturan untuk tidak memperbolehkan warganya memakai kimono yang diproduksi memakai tulisan tangan.

Salah satu alasannya Karena kimono dengan motif tulisan tangan sangat mahal di pasaran. Dan membuat warga tidak mampu membeli. Untuk menjaga harga kimono yang lebih stabil, maka kaisar memberlakukan aturan tersebut. Selanjutnya, banyak warga Jepang saat itu yang mulai beralih ke kimono sablon yang lebih murah.

Perjalanan di Eropa

Perjalanan sablon ternyata mulai menjajaki berbagai wilayah, salah satunya adalah tiba ke benua Eropa. Sablon mulai dikenal di Eropa diperkiran pada tahun 1851 hingga 1862. Kemudian Joseph Swan mulai membuat sebuah produk autotype mesin sablon otomatis pada tahun 1868.

Samuel Simmon yang berasal dari Inggris ini mampu memperoleh hak paten atas teknik dalam mesin pencetakan sablon. Paten ini didapatkan olehnya pada tanggal 11 Juli 1907. Teknik sablon yangberhasil diklaim oleh Samuel Simmon ini menggunakna bahan Chiffon untuk sebagai form (pola) mencetak.

Chiffon merupakan sebuah bahan yang dipakai untuk merajut berbahan dasar dari kain saring. Beberapa wilayah lebih menyebutnya sebagai kasa. Hasil gambar pencetakan sablon ini biasanya akan muncul dari pola dari gambar yang tergambar pada kain kasa tersebut. Itulah mengapa banyak juga yang menyebut teknik ini dengan nama silk screen printing. Yang ternyata memiliki sejarah bahwa proses pencetakannya dengan memakai kain saring berbahan sutra.

Perkembangannya di Amerika

Pada tahun 1946, seorang warga Amerika Serikat, Mc Kornick dan Penney berhasil membuat sebuah mesin melakukan cetak jenis sablon. Sebelumnya di tahun 1924, proses sablon juga sudah diterapkan meski dengan proses yang lebih sederhana.

Di tahun 1960, Michael Vasilantone yang merupakan pebisnis dan seniman di Amerika Serikat berhasil membuat alat cikal bakal mesin sablon yang dinamakan teknik rotary.

Mesin sablon rotary ini dipakai untuk mencetak sablon yang lebih dari satu warna. Michael Vasilantone berhasil menjual mesin sablon rotary tersebut ke rumah tangga di tahun yang sama.

Mesin sablon tersebut awalnya hanya digunakan untuk proses produksi percetakan tulisan tanda pengenal. Selain itu, ada pula proses pencetakan logo pada kaos sebuah klub bowling. Tetapi akhirnya mesin ini diupgarde menjadi lebih multifungsi lagi. Tentu saja kegunaannya dan akhirnya menjadi sebuah solusi baru dengan banyak variasi di dalamnya.

Michael Vasilantone dapat memasarkan mesin ini dengan waktu yang cepat. Dengan menggunakan waktu yang lebih singkat, mesin ini digunakan orang – orang.

Tak lama, hanya waktu kurang dari 5 tahun mesini ini makin dikenal oleh kalangan pengusaha konveksi. Para pengusaha ini berasal dari berbagai jenis industri di Amerika Serikat. Tidak hanya itu saja, mesin sablon kaos pun mulai dijadikan sebuah mesin yang lebih populer di dalam dunia industri sablon hingga sekarang.

Pada masa itu, sudah lebih dari 50% produksi sablon kaos di Amerika Serikat ini mulai memakai teknik sablon kaos dengan teknik metode Michael Vasilantone. Beberapa penemuan juga menyebutkan jika mesin ini sudah dipakai di banyak negara. Di seluruh dunia pun mulai menggunakan teknik tersebut.

Setelah itu pada tahun 1967, mesin sablon rotary buatan Michael Vasilantone memiliki hak paten yang legal. Selanjutnya mendapatkan izin resmi pada tanggal 18 Februari 1969.

Dan pada bulan Juni tahun 1986, 3 orang yang bernama Marc Tartaglia, Marc Tartaglia Jr. dan Michael Tartaglia telah berhasil membuat alat sablon untuk kaos setelah ity mematenkan mesin tersebut.

Baca juga: Apa Manfaat Media Sosial untuk Kehidupan?

Sejarah Sablon sebagai Teknik Seni

Dengan asal usul sablon dan catatan perkembangan dalam jangka panjangnya, ternyata sablon tidak hanya digunakan untuk keperluan sandang. Mengenai seni, sablon juga perlu diterapkan.

Teknik sablon pun menjadi salah satu media pengembang seni rupa di masa lampau. Pada tahun 1930-an, sekelompok seniman sablon Inggris mendirikan National Screen Printing Association, yang pada sebelumnya memiliki nama Screen Printing pada tahun 1930.

Tujuan dari pembentukan komunitas ini adalah untuk membedakan seniman yang berkarya di bidang seni dan hanya bisnis penyablonan, dengan mereka yang bergerak di bidang sablon untuk kepentingan industri komersial.

Serigrafi berasal dari kata Latin yaitu “Seri” (Sutra) dan bahasa Yunani “graphein” (tulisan atau lukisan).

Seorang seniman bernama Andy Warhol adalah sosok yang luar biasa dalam seni ini. Ia merupakan salah satu nama yang berperan penting dalam memperkenalkan teknologi percetakan yang berkaitan dengan terminologi sablon.

Pada tahun 1962, karyanya terkenal dengan gambar Marilyn Monroe dan dicetak dengan warna-warna mencolok. Karya ini kemudian mejadi fenomenal hingga sekarang.

Di era itu, Warhol juga mempromosikan jenis seni visual baru yang ia ciptakan, yang biasa dikenal dengan Pop Art.

Perkembangan Sablon Digital

Perusahaan konveksi dapat dilihat di mana-mana, dan kualitas serta pilihan teknik mereka beragam, yang membuat harga bervariasi dengan kerumitan gambar dan pilihan teknis. Teknologi sablon manual, sablon digital dan DTG.

Perkembangan yang ada di dalam dunia sablon membawa banyak perubahan, tentu saja memudahkan para pelaku bisnis dalam memperlebar usaha bisnis jasa sablon. Semakin mudah teknologi cetaknya, semakin efisien proses produksinya.

Dengan adanya pembaruan dan inovasi teknologi dari teknologi sablon kaos digital ini, permintaan pasar akan sablon kaos digital sudah mulai berkembang.

Produsen baru pun mulai bermunculan, dan otomatis banyak pengusaha apparel, terutama pengusaha kaos.

melakukan bisnis sablon memanglah sangat menguntungkan. dengan mengetahui sejarah dan asal usul sablon tentu saja akan membuat Anda makin mengerti dunia sablon.

Demikian tadi sejarah dan asal usul sablon beserta perkembangannya di dunia. Dengan mengetahui sejarah sablon, tentu akan menambah wawasan mengenai bagian dari dunia konveksi ini. Semoga bermanfaat!

Latest news

Bagi yang Suka Membaca Komik, Perlu Tahu Perbedaan Manga, Manhwa, dan Manhua!

Manwhaland - Saat masa pandemic seperti sekarang ini, masyarakat tentunya membutuhkan hiburan untuk menghilangkan segala bentuk kebosanan. Ada yang...

Infinix Bekerja pada Smartphone dengan Pengisian Baterai 10 Menit

Infinix bekerja pada smartphone dengan pengisian baterai 10 menit. Kecepatan pengisian baterai menjadi faktor penting saat membeli smartphone saat...

Cara Naik Level di Skyrim

Cara naik level di Skyrim, grinding, dan minmaxing karakter Anda telah menjadi bagian penting dari seri Elder Scrolls  ini....

Mengapa Perlu Jasa Arsitek Untuk Mewujudkan Hunian Idaman

Mengapa perlu jasa Arsitek- Beberapa orang mungkin tidak berpikir lama sebelum membangun properti, segera bangun, yang terpenting bisa ditempati....
- Advertisement -spot_imgspot_img

Biografi Daniel Nugreanu: Sang Pemecah Rekor WSOP

Keberhasilan Negreanu yang luar biasa adalah berkat kemampuannya yang luar biasa dalam membaca pemain lain di mejanya. Biografi Daniel...

Inilah 5 Manfaat Bertanding Sepak Bola

Olahraga sepak bola merupakan permainan beregu yang berisi sebelas orang dalam satu timnya. Bertanding sepak bola,Pertandingan olahraga ini mempertemukan...
- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you